|
Pernahkah kamu merasakan,
bahwa kamu mencintai seseorang, meski kamu tahu ia tak sendiri lagi, dan meski kamu tahu cintamu mungkin tak berbalas, tapi kamu tetap mencintainya,
Pernahkah kamu merasakan,
bahwa kamu sanggup melakukan apa saja demi seseorang yang kamu cintai,
meski kamu tahu ia takkan pernah peduli ataupun
ia peduli dan mengerti, tapi ia tetap pergi.
Pernahkah kamu merasakan hebatnya cinta,
tersenyum kala terluka, menangis kala bahagia, bersedih kala bersama, tertawa kala berpisah,
Aku pernah .........
Aku pernah tersenyum meski kuterluka !
karena kuyakin Tuhan tak menjadikannya untukku, Aku pernah menangis kala bahagia, karena kutakut kebahagiaan cinta ini akan sirna begitu saja,
Aku pernah bersedih kala bersamanya,
karena kutakut aku kan kehilangan dia suatu saat nanti, dan......
Aku juga pernah tertawa saat berpisah dengannya,
karena sekali lagi, cinta tak harus memiliki, dan Tuhan pasti telah menyiapkan cinta yang lain untukku.
Aku tetap bisa mencintainya,
meski ia tak dapat kurengkuh dalam pelukanku, karena memang cinta ada dalam jiwa, dan bukan ada dalam raga.
Semua orang pasti pernah merasakan cinta..
baik dari orang tua... sahabat.. kekasih dan akhirnya pasangan hidupnya.
With love Hartini
|
IKLAN
Minggu, 02 Desember 2012
HATIKU
BAD DECISION - GOOD DECISION ( MOTIVASI )
BAD
DECISION – EXPERIENCE – GOOD DECISION
Orang-orang sukses mengubah bad decision menjadi suatu pelajaran. Karena sesungguhnya, jalan menuju kesuksesan pasti melewati suatu kegagalan. Hanya mereka yang berani membuat bad decision dan belajar dari kesalahan yang akan mencapai tujuan.
Adnan Khasogi, salah satu orang paling kaya di dunia, pernah ditanya oleh wartawan tentang rahasia suksesnya. Adnan menjawab, "Good decision, good decision, and good decision". Wartawan itu lalu bertanya lagi, apa yang menyebabkan dia bisa membuat keputusan yang tepat tersebut. Adnan menjawab, "Experiences, experiences, and experiences". Wartawan itu masih penasaran, dan bertanya, hal apa yang menyebabkan Adnan mempunyai pengalaman. Adnan menjawab, "Bad decision, bad decision, and bad decision."
Apa yang dikatakan oleh Adnan Khasogi diatas menunjukkan bahwa kesuksesan yang diraihnya saat ini adalah hasil dari kesalahan-kesalahan tindakan yang pernah dia lakukan sebelumnya. Proses belajar dari kesalahan-kesalahan tersebut menjadi suatu pengalaman, dan pengulangan tindakan menjadi lebih baik. Kita selama ini selalu berpendapat, bahwa pengalaman adalah guru yang paling baik. Tapi banyak orang yang keliru menafsirkan definisi dari pengalaman itu sendiri.
Jika dalam kehidupan Anda pernah patah hati misalnya, apakah itu suatu pengalaman? Kalau patah hati itu membuat kehidupan Anda menjadi suram, dunia terasa hampa, dan Anda menjadi enggan untuk berbincang dengan orang lain, itu bukanlah pengalaman. Itu lebih tepat disebut tragedi. Namun jika Anda mau melihat lebih dalam, apa yang salah dari hubungan Anda, dan belajar untuk tidak mengulanginya lagi lain kali, itulah pengalaman. Pengalaman itu bukan apa yang terjadi pada kehidupan kita, namun apa yang kita lakukan ketika ada sesuatu yang terjadi dalam kehidupan kita.
Ada sebagian orang yang ingin jalan pintas di dalam hidupnya, dimana mereka ingin langsung membuat 'good decision' dalam setiap langkahnya. Mereka ingin melompati tahapan 'experiences' dan 'bad decision'. Karena ingin langsung sempurna, langsung sekali jadi, maka mereka membuat banyak sekali analisa dari berbagai sisi.
Satu halangan kecil bisa membuat mereka menunda membuat 'good decision' tersebut. Pada akhirnya, 'good decision' itu tidak akan pernah dibuat, karena waktu mereka habis untuk selalu melakukan analisa dan analisa.
Coba amati di lingkungan sekitar kita. Adakah rekan Anda, kerabat atau kolega bisnis yang seperti itu? Lima tahun yang lalu mungkin mereka pernah mengatakan akan menjadi seorang wirausaha. Tapi sampai hari ini keinginan itu tetap sebuah keinginan. Mereka akan berkata bahwa ada hal-hal yang menghalangi niat mereka, apakah itu pasar yang lagi sepi, harga bahan baku yang mahal, krisis moneter, dolar lagi tinggi, dan sebagainya. Tapi sebenarnya bukan itu yang menghalangi mereka. Halangan mereka yang utama adalah mereka takut bila ternyata good decision yang mereka buat ternyata sebuah bad decision.
Sebenarnya apakah yang menakutkan dari membuat sebuah bad decision? Sebenarnya bad decision hanyalah sebuah proses, dan tidak final sifatnya. Proses ini akan menjadi kesalahan jika kita keliru mempersepsikannya serta memberikan respons yang keliru. Dan kesalahan akan menjadi kegagalan jika kita terus menerus memberikan respons yang keliru terhadapnya.
Orang-orang sukses adalah mereka yang mengubah bad decision menjadi suatu pelajaran, memperbaiki keputusan mereka dan melakukan dengan cara yang berbeda. Karena sesungguhnya, jalan menuju kesuksesan pasti melewati suatu kegagalan. Hanya mereka yang berani membuat bad decision dan belajar daripadanya yang akan mencapai tujuannya. Selamat bekerja!
Orang-orang sukses mengubah bad decision menjadi suatu pelajaran. Karena sesungguhnya, jalan menuju kesuksesan pasti melewati suatu kegagalan. Hanya mereka yang berani membuat bad decision dan belajar dari kesalahan yang akan mencapai tujuan.
Adnan Khasogi, salah satu orang paling kaya di dunia, pernah ditanya oleh wartawan tentang rahasia suksesnya. Adnan menjawab, "Good decision, good decision, and good decision". Wartawan itu lalu bertanya lagi, apa yang menyebabkan dia bisa membuat keputusan yang tepat tersebut. Adnan menjawab, "Experiences, experiences, and experiences". Wartawan itu masih penasaran, dan bertanya, hal apa yang menyebabkan Adnan mempunyai pengalaman. Adnan menjawab, "Bad decision, bad decision, and bad decision."
Apa yang dikatakan oleh Adnan Khasogi diatas menunjukkan bahwa kesuksesan yang diraihnya saat ini adalah hasil dari kesalahan-kesalahan tindakan yang pernah dia lakukan sebelumnya. Proses belajar dari kesalahan-kesalahan tersebut menjadi suatu pengalaman, dan pengulangan tindakan menjadi lebih baik. Kita selama ini selalu berpendapat, bahwa pengalaman adalah guru yang paling baik. Tapi banyak orang yang keliru menafsirkan definisi dari pengalaman itu sendiri.
Jika dalam kehidupan Anda pernah patah hati misalnya, apakah itu suatu pengalaman? Kalau patah hati itu membuat kehidupan Anda menjadi suram, dunia terasa hampa, dan Anda menjadi enggan untuk berbincang dengan orang lain, itu bukanlah pengalaman. Itu lebih tepat disebut tragedi. Namun jika Anda mau melihat lebih dalam, apa yang salah dari hubungan Anda, dan belajar untuk tidak mengulanginya lagi lain kali, itulah pengalaman. Pengalaman itu bukan apa yang terjadi pada kehidupan kita, namun apa yang kita lakukan ketika ada sesuatu yang terjadi dalam kehidupan kita.
Ada sebagian orang yang ingin jalan pintas di dalam hidupnya, dimana mereka ingin langsung membuat 'good decision' dalam setiap langkahnya. Mereka ingin melompati tahapan 'experiences' dan 'bad decision'. Karena ingin langsung sempurna, langsung sekali jadi, maka mereka membuat banyak sekali analisa dari berbagai sisi.
Satu halangan kecil bisa membuat mereka menunda membuat 'good decision' tersebut. Pada akhirnya, 'good decision' itu tidak akan pernah dibuat, karena waktu mereka habis untuk selalu melakukan analisa dan analisa.
Coba amati di lingkungan sekitar kita. Adakah rekan Anda, kerabat atau kolega bisnis yang seperti itu? Lima tahun yang lalu mungkin mereka pernah mengatakan akan menjadi seorang wirausaha. Tapi sampai hari ini keinginan itu tetap sebuah keinginan. Mereka akan berkata bahwa ada hal-hal yang menghalangi niat mereka, apakah itu pasar yang lagi sepi, harga bahan baku yang mahal, krisis moneter, dolar lagi tinggi, dan sebagainya. Tapi sebenarnya bukan itu yang menghalangi mereka. Halangan mereka yang utama adalah mereka takut bila ternyata good decision yang mereka buat ternyata sebuah bad decision.
Sebenarnya apakah yang menakutkan dari membuat sebuah bad decision? Sebenarnya bad decision hanyalah sebuah proses, dan tidak final sifatnya. Proses ini akan menjadi kesalahan jika kita keliru mempersepsikannya serta memberikan respons yang keliru. Dan kesalahan akan menjadi kegagalan jika kita terus menerus memberikan respons yang keliru terhadapnya.
Orang-orang sukses adalah mereka yang mengubah bad decision menjadi suatu pelajaran, memperbaiki keputusan mereka dan melakukan dengan cara yang berbeda. Karena sesungguhnya, jalan menuju kesuksesan pasti melewati suatu kegagalan. Hanya mereka yang berani membuat bad decision dan belajar daripadanya yang akan mencapai tujuannya. Selamat bekerja!
SUKSES SUDONO SALIM ( KIAT SUKSES )
Selasa, 17-Maret-2009; 09:52:51 WIB
Sudono Salim: Kiat Sukses
Oleh : Team Andriewongso.com
Siapa yang tidak kenal Sudono Salim
atau Liem Soei Liong (92 tahun),
usahawan sukses kelas dunia? Ia
mendirikan Grup Salim. Grup ini, antara
lain melahirkan Indofood, Indomobil,
Indocement, Indosiar, Bogasari, Bank
Central Asia, dan lain-lain. Pria
yang akrab disapa Om Liem ini juga pernah
menduduki peringkat pertama sebagai
orang terkaya di Indonesia dan Asia.
Bahkan, ia sempat masuk daftar
"100 Orang Terkaya di Dunia". Apa
rahasianya, hingga bisa jadi
pengusaha besar?
Pertama, Om Liem punya bakat dan
naluri bisnis yang luar biasa. Kedua, ia
mengembangkan sifat-sifat ini:
pekerja keras, pantang menyerah, dan tekun!
Katanya, kepada harian
"Kompas" di Singapura: jika ingin sukses, jangan
berpangku tangan saja. Semasa muda,
bekerjalah habis-habisan.
Bersemangatlah dan efektif dalam
menggunakan waktu. Jangan cuti lama-lama,
jangan selalu jalan-jalan, dan jangan
tidur cepat! Jangan pula mudah
menyerah pada kesulitan.
Bagaimana kalau gagal dalam usaha?
Jangan putus asa. Bangun lagi dengan
kiat baru! Begitu seterusnya hingga
Anda menemukan formula paling pas untuk
sukses. Kalau Anda mudah putus asa,
sebaiknya jadi pekerja saja, jangan
jadi usahawan...!
Selain itu, jadilah pengusaha yang
memiliki karakter yang baik. Orang yang
sukses dengan cara curang, pasti akan
segera gulung tikar karena
orang-orang/publik menolaknya. Oleh
karena itu, lebih baik untung lebih
sedikit, namun diusahakan secara
jujur dan ikhlas. Kita bisa tidur lebih
nyenyak dan tidak punya beban.
"Memang benar, seorang pengusaha
harus banyak akal," kata Om Liem. "Tapi,
jangan curang. Jangan ambil milik
orang lain."
Terakhir, Om Liem mengingatkan:
rajinlah membantu fakir miskin. Tujuannya,
agar jiwa kita terasah untuk selalu
berbagi.
Kini, di usianya yang sudah senja, Om
Liem tinggal di Bukit Timah,
Singapura. Sesekali, ia pergi ke
kantornya yang sederhana, untuk
bersosialisasi. Banyak teman-teman
yang datang berguru padanya, untuk
menjadi seorang pengusaha besar.
===========================================================================
This email is confidential. If you
are not the addressee tell the sender
immediately and destroy this email without using, sending or storing it.
Emails are not secure and may suffer errors, viruses, delay, interception
and amendment. The Trakindo Group of Companies do not accept
liability for
damage caused
by this email
and may monitor
email traffic.
Unless expressly stated, any opinions
are the sender's and are not approved
by
the Tiara Marga Trakindo Group of Companies and this email is not an
offer, solicitation, recommendation or
agreement of any
kind.
===========================================================================
HUJAN - HUJANAN
Rabu, 11-Pebruari-2009; 09:23:58 WIB
Hujan-hujanan (1)
Oleh : Prie GS
Hari-hari ketika aku menulis kolom
ini, adalah hari yang mulai banyak
mendatangkan
rasa sakit di kepalaku. Penyebab pertama yang mudah kuduga
adalah
merambatnya usia. Aku pernah ketemu penyair Sutarji Coulzum Bachri
bertahun lalu.
Ketika kutanyakan apa kabar kepadanya, jawabannya
mengesankan
hatiku. ''Ya jika sudah seumur aku, penyakit mulai datang dari
berbagai
penjuru,'' katanya saat itu.
Umur Tarji saat
itu, bisa jadi adalah umurku kini. Maka apa yang dia alami
saat itu, layak
aku alami di hari ini. Menjadi
tua adalah juga kesiapan
menjadi sakit. Walau rasanya aku terlalu
mendramatisir umur. Karena
sebetulnya aku
masih muda, dalam pengertian, masih layak menjadi sehat
sebetulnya.
Karena banyak orang yang lebih tua, bisa lebih sehat dariku.
Apalagi kalau
aku melihat film-film kungfu. Semakin putih rambut mereka,
malah semakin
bertambah saja kesaktiannya. Jadi menjadi tua dan sehat,
bukanlah soal
yang luar biasa.
Maka dugaanku kemudian jatuh pada pola makanku. Sangat sulit untuk tidak
memakan makanan
kesukaan. Padahal dari seluruh apa yang
kusukai sedikit
sekali yang
diakui sehat oleh pakar gizi. Misalnya saja aku sangat menyukai
krupuk. Makan
tanpa krupuk bagiku adalah musibah. Padahal aku ngerti cara
bikinnya, cara
njemurnya, cara nggorengnya sekaligus mutu minyaknya. Jika
ukurannya akal
sehat, makanan ini hampir tak ada gunanya. Tetapi begitulah
krupuk. Ketika
dimakan akal sehatku berhenti bekerja. Ia mendatangkan
sensasi karena
di mulut ramai sekali.
Tapi inilah
delima makan: yang baik di lidah itu malah suka buruk di perut.
Padahal krupuk
ini tidak sendiri. Aku juga menyukai sambal dan ikan asin.
Kalapun seluruh
lauk di dunia ini tak ada, asal ketiganya tersedia, hidupku
masih mudah
bahagia. Seluruh gaya makanku hingga seusia ini, begitu kucari
rujukannya di
buku-buku kesehatan, semua hanya berarti bunuh diri. Apalagi
jika aku ikuti
gaya diet ala Anthony Robbins. Seluruh kebiasaan makan
rakyat di
negaraku telah serupa kejahatan pada
diri sendiri. Maka ia harus
dibatalkan. Tapi
ini jelas tidak mungin karena ia setara dengan
menggugurkan
tradisi. Jadi denga kualiats makan seperti ini, sulit
mengharapakan
kesehatan yang baik. Maka pusing di kepalaku yang kerap
datang itu, leher
yang mengeras seperti kemasukan batang kayu itu, adalah
soal yang
menjadi upah bagi kesalahanku.
Walau ketika aku
mengingat nenekku, keraguan mulai mengggoda hatiku. Jika
makanku hari ini
sudah berkategori buruk maka gaya makan nenekku saat itu
pasti sudah amat buruk. Setahuku, nenak makan cuma
sekenanya karena yang
dimakan sering
tidak ada. Nasi dari tepung gaplek itu biasa. Makanan
seburuk itupun
ia makan setelah menunggu kenyang semua
cucunya. Aku tidak
tahu, kenapa
dengan pola makan seperti itu, Nenek jarang sekali sakit.
Ketika hari
kematiannya tiba, ia sakit cuma sewajarnya. Cepat dan mudah.
Waktu itu tokoh
seperti Ade Rai jelas belum menjadi ahli otot dan pakar
diet seperti
sekarang ini. Tetapi nenek seperti telah berhasil menemukan
manajemen
kesehatan dengan sistem yang sungguh layak diselidiki. Dugaan
sementaraku,
walau buruk makanan, tetetapi jika baik kelakuan, bisa jadi
akan
mendatangkan kesehatan. Aku tidak tahu, apakah teori ini layak
dibenarkan.
Soalnya, seluruh
sifat nenekku memang mengesankan hatiku. Selama jadi
cucunya, tak
pernah sekalipun aku mendengar satu saja kata kasar lepas dari
mulutnya. Saat
itu, aku suka sekali menelusup di ketiak jika ingin dimanja.
Bayangkan, tanpa
deodoran saya betah di ketiaknya berlama-lama.
Jangan-jangan
kebaikan hati seseorang juga akan mentralkan bau ketiaknya.
Kalau ini benar
maka sakit kepalaku itu pasti gabungan dari bermacam-macam
kemungkinan:
usiaku, buruknya pola makan, sekaligus buruknya kelakuan.
Padahal ini
belum semuanya karena ada satu lagi penyebab yang tak boleh
diabaikan yakni:
pola pekerjaan. Hidup yang melulu tersita untuk bekerja,
sampai melupakan
pola istirahat dan olah raga.
Tegasnya aku
memiliki seluruh faktor strategis pengundang sakit. Tapi tentu
rumit sekali
jika harus meneliti seluruhnya. Maka aku ingin menyederhanakan
menjadi satu
dugaan saja: jangan-jangan sakit di kepalaku ini karena
sekadar kurang
istirahat dan terlalu lelah bekerja. Lalu apa hubungannya
dengan
hujan-hujanan yang telah aku jadikan judul tulisan? Akan aku
ceritakan pekan
depan!
Prie GS
===========================================================================
This email is confidential. If you
are not the addressee tell the sender
immediately and destroy this email without using, sending or storing it.
Emails are not secure and may suffer errors, viruses, delay, interception
and amendment. The Trakindo Group of Companies do not accept
liability for
damage caused
by this email
and may monitor
email traffic.
Unless expressly stated, any opinions
are the sender's and are not approved
by
the Tiara Marga Trakindo Group of Companies and this email is not an
offer, solicitation, recommendation or
agreement of any
kind.
===========================================================================
Langganan:
Postingan (Atom)