IKLAN

Sabtu, 07 April 2012

ARTI HURUF-HURUF KODE TRANSISTOR

Arti huruf-huruf yang digunakan dalam pengkodean tipe transistor buatan Eropa ( European Pro-Electron coding )
Huruf ke 1 menyatakan material semikonduktor
A - germanium.
B - silikon.
C - arsenida galium atau komponen - komponen serupa.
D - antimonida indium atau komponen - komponen serupa.
R - sulfida cadmium atau komponen - komponen serupa.

Huruf ke 2 menyatakan penerapan piranti ybs :
A - dioda detektor, dioda kecepatan tinggi, dioda pencampur.
B - dioda dengan kapasitas variabel ( varikap ).
C - transistor frek rendah ( bukan transistor daya ).
D - transistor daya, frek rendah.
E - dioda trobosan ( tunner dioda ).
F - transistor frek radio, bukan daya.
G - transistor ragam keperluan.
L - transistor daya, frek radio.
N - kopling foto ( photo - coupler )
P - detektor radiasi ( dioda foto, transistor foto, dlsb ).
Q - generator radiasi ( LED, dlsb ).
R - piranti kemudi dan sakelar ( contoh ; triac ).
S - transistor sakelar, daya rendah.
T - piranti kemudi dan switsing ( contoh ; triac ).
U - transistor sakelar, daya tinggi.
X - dioda pengganda ( multiplier ) ( varactor )
Y - penyearah, dioda efisiensi atau dioda penyondol ( booster ).
Z - patutan tegangan ( zener ), pengatur ( regulator )atau dioda penindas kilasan ( transistor suppressor  diode )

Huruf-huruf dan angka-angka lainnya adalah nomor seri.
Untuk penerapan konsumen seperti : radio, TV, Hi-fi, ada 3 angka.
CONTOH : AC125.
Untuk industri dan telekomunikasi : dapakai hurup W, X, Y atau Z, disusul dengan angka-angka.
CONTOH : SFT162.
Kode transistor-transistor buatan amerika, seperti 1N...dan 2N...,hanyalah nomor-nomor registrasi. Demikian juga kode-kode transistor jepang, 2SA dan 2SB,dlsb. Kegunaan kegunaan transistor tidak dinyatakan dalam nomor-nomor kode itu.

Jumat, 06 April 2012

MEMASANG DUA HARDISK DALAM SATU KOMPUTER

     Bila kita menginginkan kapasitas hardisk yang besar, sebenarnya anda tak seharusnya membeli yang baru. Sebab bila anda memiliki dua hardisk, anda dapat memanfaatkan kedua hardisk tersebut secara bersama-sama.
     Misalnya hardisk yang satu sebagai Primary Master ( C ) dimanfaatkan sebagai program aplikasi. Sedangkan hardisk yang lain sebagai Primary Slave ( D ) dapat dimanfaatkan sebagai penyimpan data.
      Untuk memasang kedua hardisk tersebut ikutilah langkah-langkah sebagai brikut : 
  1. Pastikan bahwa kedua hardisk yang ada salah satunya harus berisi program-program aplikasi komputer. Sedangkan yang satu lagi diusahakan dalam kondisi kosong tanpa program aplikasi, sebab hardisk ini hanya berfungsi sebagai penyimpanan data belaka.
  2. Perhatikan Jumper yang menancap pada hardisk. Penempatan jumper untukprimary master dan primary slave tidaklah sama. Penempatan jumper tersebut pada setiap merk dan jenis berbeda. Namun biasanya sudah ada petunjuk khusus tentang hal ini. Jadi anda tak perlu bingung.
  3. Apabila tak terdapat petunjuk, maka anda harus mencobanya sendiri dan menentukan mana yang digunakan sebagai master dan mana yang digunakan sebagai slave.
  4. Pasang kabel konector dan power. Pemasangan kabel ini tidak boleh terbalik. Biasanya bila terbalik kabel tak dapat dipasang walau kadang ada juga yang dapat terpasang, kemudian booting komputer dan masuk pada setup bios dengan menekan tombol delete. Kemudian pilih IDE HDD AUTO DETECTION. Selanjutnya komputer akan mendeteksi konfigurasi hardisk yang bakal digunakan. Kemudian setelah ditemukan tekan Y dan ENTER, pada deteksi master dan slavenya.
  5. Setelah selesai tekan F10 dan jawab pertanyaan yang diajukan komputer dengan Yes ( tekan Y ). Selanjutnya akan keluar dari setup dan komputer star up. selanjutnya komputer siap dioperasikan. Selamat mencoba semaga berhasil.

.

Rabu, 04 April 2012

JARINGAN KOMPUTER

Tipe LAN ada 2 kategori.
  •  Peer To Peer
           Di dalam jaringan tidak ada yang bertindak sebagai server atau client, semuanya berlaku sebagai workstation. instalasi kabel UTP pada LAN metode " crossover ".
NIC-><-NIC
PO (  Putih Orange )     1   PH ( Putih Hijau )
O ( Orange )                  2   H ( Hijau )
PH ( Putih Hijau )          3   PO ( Putih Orange )
B ( Biru )                        4   B ( Biru )
PB ( Putih Biru )            5   PB ( Putih Biru )
H  ( Hijau )                     6   O ( Orange )
PC ( Putih Coklat )        7   PC ( Putih Coklat )
C ( Coklat )                    8  C ( coklat )
  • Server Based ( Server Client )
          Didalam jaringan ada yang bertindak sebagai server dan client. Instalasi kabel UTP.
NIC -> HUB <- NIC
PO ( Putih Orange )        1  PO ( Putih Orange )
O ( Orange )                    2  O ( Orange )
PH  ( Putih Hijau )          3  PH ( Putih Hijau )
B ( Biru )                         4  B ( Biru )
PB ( Putih Birn )             5  PB ( Putih Biru )
H ( Hijau )                       6  H ( Hijau )
PC ( Putih Coklat )         7  PC ( Putih Coklat )
C ( Coklat )                     8  C ( Coklat )
Alamat IP yang diterapkan untuk alamat IP pada jaringan lokal
Kelas IP  Range                                                   Notasi CIDR                         Default Subnet Mask
   A         10.0.0.0- 10.255.255.255                   10.0.0.0/8                              255.0.0.0
   B         172.16.0.0- 172.31.255.255                172.16.0.0/12                       255.255.0.0
   C         192.168.0.0-192.168.255.255             192.168.0.0/16                     255.255.255.0
Angka awal dari tabel di bayah ini menerangkan class dari IP Address.
Class        Jarak Antara                                          Jumlah Jaringan                     Jumlah Host Perjaringan
  A            1 s/d 126                                               126                                      16.777.214
  B            128 s/d 191                                           16.384                                 65.534
  C            192 s/d 223                                           2. 097.152                           254